Sabtu, 9 Jun 2012

RISALAH JUMAAT : MERENUNG KEAGUNGAN DAN RAHSIA SURAH AL-FATIHAH (Siri 3)

0 ulasan
  
MERENUNG KEAGUNGAN DAN RAHSIA SURAH AL-FATIHAH

Dr ‘Aidh Abdullah Al-Qarni

Hari Pembalasan adalah harapan orang-orang yang tertindas dan tidak memiliki apa:“Yang berkuasa dihari pembalasan”. Apakah pengaruh dari nama ini terhadap hati dan perasaan seorang muslim? Apabila seorang muslim menyakini bahawa nanti akan ada hari pembalasan, pastilah ia akan reda dan berserah diri sepenuh –nya kepada kekuasaan Allah swt, luka dan kepedihan akan terubat, kesedihan dan titisan air mata akan lenyap, ia mampu memikul beratnya kezaliman, kesusahan yang dia rasakan selama hidup didunia. Akan tetapi dihari pembalasan nanti ia akan menuai jerih kesabaran yang telah ia korbankan..

Wahai orang-orang yang tertindas, wahai orang-orang yang ditimpa musibah, wahai orang-orang yang menangis, wahai orang-orang yang terluka, tunggulah tiba saatnya hari pembalasan. Umar bin Khattab ra`berkata:” Demi Allah seandainya disana ada hari yang lain, pastilah tidak seperti yang engkau bayangkan”. Maksudnya: didunia orang-orang kuat selalu menindas yang lemah, senang berbuat kezaliman, menodai kehormatan dan menumpahkan darah orang lain. Akan tetapi disana ada suatu hari, waktu yang kita tunggu-tunggu. 


Allah berfirman:

“(Ia-itu) dihari harta dan anak anak lelaki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menhadap Allah dengan hati yang bersih” (al-Syu’ara:88-89)

5.  HANYA KEPADA ENGKAULAH KAMI MEYEMBAH DAN HANYA KE PADA ENGKAU PULA KAMI MEMNTA PERTOLONGAN

Kalimat diatas sangat ringan diucapkan dengan lidah. Akan tetapi sebenarnya ia adalah kalimat yang luar biasa, sebab ia adalah kesimpulan dakwah yang dibawa oleh Rasulullah saw.

Hassan al-Basri berkata:” Allah swt telah menurunkan seratus empatbelas kitab yang ia simpulkan dalam kitab Taurat, Injil, Zabur dan Al-Quran. Kemudian empat kitab suci ini Allah swt kumpulkan lagi kedalam Al-Quran. Setelah itu kandungan Al-Quran disimpulkan menjadi surah al-Fatihah Dan surah al-Fatihah disimpulkan menjadi: “Hanya kepada engkaulah kami menyembah dan hanya kepada engkau pula kami meminta pertolongan” (Al-Fatihah:5).
Ayat kelima dari surah al-Fatihah inilah rahsia dan kesimpulan dakwah yang dibawa oleh Rasulullah saw 

Persepsi manusia terhadap ibadah:

Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyah ra berkata:” Ibadah dapat membentangi hati dari kesombongan, sedangkan meminta pertolongan dapat menghapuskan sifat riak (mengharapkan pujian) dari lubuk hati. Perkataan ini sangat benar. Sebab orang yang sujud kepada Allah dalam solat dan meletakkan dahinya keatas tanah, biasanya akan Allah pelihara dari sifat kesombongan. Orang yang meminta pertolongan kepada Allah swt, ia pelihara dari sifat riak.Manusia dihadapan “Hanya kepada engkaulah kami menyembah dan hanya kepada engkau pula kami meminta pertolongan” terbahagi kepada empat kelompok.

1.         Kelompok pertama: Al- MuwahhidunKelompok ini adalah orang-orang yang hanya menyembah dan meminta pertolongan kepada Allah swt. Mereka inilah yang disebut dengan al-Muwahhidun (orang-orang mengesakan Allah swt). Semoga Allah menjadikan kita termasuk diantara mereka

2.       Kelompok kedua: Orang-orang yang meminta pertolongan kepada selain Allah.Dari satu sisi, mereka memang benar hanya menyembah kepada Allah swt. Akan tetapi dari sisi lain, mereka meminta pertolongan kepada selain Allah swt. Orang-orang yang tergolong kelompok ini adalah para pendosa dan orang-orang yang hanya mengesakan Allah dari satu sisi saja. Sebab mereka telah mencampur aduk perbuatan amal soleh dengan perbuatan jahat lainnya. Inilah dosa dan kesalahan yang mereka lakukan.

3.       Kelompok ketiga: Orang-orangyang mengsekutukan Allah.Mereka adalah orang yang meminta pertolongan kepada Allah, namun menyembah kepada selain dia. Mereka inilah yang disebut dengan kaum musyrikin yang menyembah selain Allah.

4.       Kelompok keempat: al-MulhidunAl-Mulhidun dan orang-orang zindik adalah orang-orang yang tidak menyembah dan tidak meminta pertolongan kepada Allah swt.

Jika pengklasifikasian ini telah jelas. Maka cubalah tanyakan kepada mata hati kita, dimanakah tempat kita tatakala dihadapkan dengan “Hanya kepada engkaulah kami menyembah dan kepada engkau pula kami meminta pertolongan” (Al-Fatihah: 5)

Umar bin Khattab menulis  surat kepada Sa’ad bin Abu Waqqas:” Wahai Sa’ad, engkau jangan tertipu oleh sebutan orang, bahawa sesungguhnya kamu adalah bapa saudara lelaki ibu Rasulullah saw. Sebab dimata Allah tidak ada lagi istilah nasab atau keturunan. 


Sesungguhnya orang yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang paling bertakwa.“Seorang hamba sangat dekat dengan Tuhannya diwaktu ia sedang sujud” (HR Muslim (482) dari Abu Hurairah) senantiasa hamba ku mendekatkan diri kepada ku dengan ibadah-ibadah sunah, sehingga akupun mencintainya. (HR Bukhari (6502) dari Abu Hurairah). “Hendaklah kamu memperbanyakkan sujud. Sesungguhnya setiap sujud yang engkau lakukan, Allah akan mengangkat darjatmu”. (HR Muslim (488) dari Abu Tsauban)

6. TUNJUKKAN KAMI KEPADA JALAN YANG LURUS

Dari firman Allah swt:“Tunjukilah kami kepada jalan yanh lurus” (al-Fatihah:6)Terlihat beberapa permasalahan. Bahkan pada lafaz “Tunjukilah kami” saja terdapat enam permasalahan yang dapat kita bicarakan:

6.1     Petunjuk yang sifatnya umum dan khususAllah swt telah berikan petunjuk kepada semua manusia, baik orang kafir mahupun orang yang beriman, petunjuk yang bersifat umum. Bahkan petunjuk ini juga dirasakan oleh binatang. Petunjuk yang sifatnya umum dapat dirasakan oleh semua makhluk hidup. Contohnya, seekor anak lembu yang baru dilahirkan oleh induknya, siapakah yang telah memberi petunjuk untuk menyusu?

6.2   Taufik dan HidayahHidayah (petunjuk) dapat diberikan oleh Rasulullah saw. Sesuatu yang membuat umat Islam istimewa adalah: “Allah telah mengutus Rasulullah saw sebagai petunjuk yang memberikan hidayah agar tetap berada dijalan yang lurus. Sedangkan taufik (kemampuan untuk merealisasikan sebuah hidayah) hanyalah ditangan Allah Yang Maha Esa.

6.3   Jalan-jalan petunjukSesungguhnya jalan petunjuk hanya dapat ditemui melalui syariat dan mengikuti jejak para Rasul Allah. Syaikh Abdul Aziz Bin Baz berkata: Hidayah ditemui bukan melalui pengamatan dan pengalian dalil. Akan tetapi dengan mengucapkan dua kalimat syahadat dan mengikuti jejak Rasulullah saw. Ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah saw sebagaimana yang disebut dalam kitab sahih Bukhari dan Sahih Muslim:” Aku perintahkan untuk memerangi manusia, sampai mereka menyaksikan bahawa tiada ada tuhan selain Allah dan Aku adalah utusannya”.Oleh sebab itu akal tidak dapat dijadikan ukuran untuk menentukan sesuatu, sehingga apa yang menurut akal baik, maka ia adalah baik dan begitu pula sebaliknya. Hal itu adalah kesalahan yang nyata.

6.4   Kesudahan yang sempurna.Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyah ra berkata: ”Yang menjadi ukuran adalah kesudahan yang sempurna, bukan permulaan yang tidak sempurna. Ertinya seorang mukmin terkadang imannya terlihat kurang, namun imannya boleh bertambah melalui petunjuk, cahaya, amal soleh, bertemankan orang soleh, menuntut ilmu agama, mencintai orang orang pilihan Allah, sehingga imannya semakin bertambah, cahaya diatas cahaya. Oleh sebab itu iman seseorang dapat bertambah dan berkurang, bergantung kepada tuntutan dan sebab-sebabnya.

6.5   Hidayah ringkas dan terperinci.Tidak sedikit orang mengenal agama Islam hanya secara global saja, mereka tidak mengetahuinya secara terperinci. Ia hanya tahu tentang rukun iman, rukun Islam, namun tidak mengetahui permasalahan-permasalahan fiqh, dalil-dalil dan tidak mengetahui bagaimana caranya menyembah Allah swt pada setiap permasalahan dengan jelas dan pasti.Namun ada juga orang yang mengenal agama Islam secara keseluruhan. Mereka adalah orang-orang yang menggunakan waktunya untuk mempelajari dan mendalami ilmu-ilmu agama.

Dalam satu hadith riwayat Bukhari dan Muslim dari Mu’awiyah Rasulullah saw bersabda:”Siapa yang dikehendaki Allah untuknya akan kebaikan.Maka Allah memberikan kepadanya pemahaman tentang agama” (HR Bukhari & Muslim dari Mu’awiyah)
Dan ini adalah salah satu bentuk petunjuk yang hanya Allah berikan kepada orang-orang yang ia kehendaki.( Bersambung Jumaat depan) Mutiara KataDr Aidh Abdullah Al Qarnisebaik-baik sahabat ialah orang yang anda percayai,anda merasa damai dengannya,anda dapat mengadu kesusahan anda kepadanya,ia dapat menceritakan kesusahannya dan tidak membocorka rahsia anda...  

 

0 ulasan: