Tuesday, March 1, 2011

Kalimah Syahadah Dan Tuntutannya

0 comments

Edit oleh pozi 
isnin 21/02/10    
 Dari:Mohamad Pozi(buat semua yang menitmati as-sunnah & mengamalkannya) 
 January 30th, 2010 Al Ustadz Abu Karimah Askari.

Dari sahabat Ubadah bin Shamit, telah bersabda Rasulullah Shalallahu’alaihi wasalam, “Barang siapa yang bersaksi bahwa tidak ada sesembahan (yang benar untuk disembah) selain Allah semata yang tidak ada tandingan bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya, dan bahwa Isa adalah hamba dan utusan-Nya, dan kalimat-Nya (makhluq-Nya, yang diciptakan dengan firman Kun Fayakun) dan ruhnya dari (ruh yang diciptakan) Allah, dan meyakini syurga itu haq, dan meyakini adanya neraka, maka Allah akan memasukkannya ke syurga bagi siapa yang memiliki keyakinan seperti ini.” HR Bukhari Muslim
Nama lengkap beliau Abul Walid Ubadah bin Shamit bin Qais Al Anshari Al Khazraji. Merupakan salah seorang sahabat mulia yang mengikuti perang badar.
Makna Dua Kalimat Syahadat
Makna persaksian ini adalah
  • menyaksikan dengan lisan
  • meyakini dalam hati
  • dan memenuhi segala konsekuensinya dengan mengamalkan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya.
Sehingga makna persaksian syahadat tidak hanya sekedar ucapan saja. Oleh karena itu Allah mendustakan perkataan kaum munafiqin yang tidak meyakini hal ini di dalam hati mereka.
Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: “Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah”. Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta. (Surat Al-Munafiqun : 1)
Ayat di atas merupakan bantahan terhadap kelompok Murji’ah yang menyatakan bahwa syahadat cukup dengan lisan saja dan sudah mencukupi untuk masuk Islam.

Tidak Ada Tandingan Bagi Allah
Makna “Tidak ada tandingan” adalah tidak ada tandingan baik dari segi sisi Rububiyah, Uluhiyah, Asma wa Sifat.
Walaupun di dunia ini banyak terdapat sesembahan selain Allah, akan tetapi yang berhak untuk disembah hanyalah Allah. Yang demikian itu karena Allah-lah yang berhak untuk disembah, dan sesungguhnya apa-apa yang disembah selain Allah itulah yang batil.
Oleh karena itu tatkala seseorang mengucapkan kalimat syahadat, maka dia harus meninggalkan peribadahan kepada selain Allah dan hanya menyerahkan ibadah kepada Allah semata.
Kaum musyrikin di zaman Rasulullah memiliki pemahaman dan lisan yang fasih dalam bahasa Arab, sehingga tatkala mereka diajak untuk mengucapkan “Laa ilaaha illa Allah”, maka mereka menjawab, “Apakah dia (Nabi Muhammad) hendak menjadikan tuhan-tuhan itu satu saja, yang demikian merupakan perkara yang aneh”
Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan. (Shaad : 5)

Nabi Muhammad adalah Hamba dan Utusan Allah
Dan bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya.
Menyebutkan dua sifat bagi Rasulullah
  • Bahwa beliau tidak seperti manusia biasa lainnya, tetapi memiliki kekhususan tertentu sebagai seorang rasul.
  • Akan tetapi beliau juga sebagai hamba-Nya yang berarti bahwa beliau tetap sebagai manusia yang tidak dapat disetarakan kedudukannya dengan Allah. Sehingga kita tidak boleh terlalu berlebih-lebihan mengagungkan Rasulullah atau merendahkan kedudukan beliau.
Salah satu sikap berlebih-lebihan terhadap Rasulullah adalah meyakini adanya nur Muhammad, keyakinan bahwa Rasulullah dapat mengeluarkan cahaya sendiri. Keyakinan yang batil akan adanya nur Muhammad ini terbantahkan dengan hadits Aisyah yang menyebutkan bahwa beliau menyentuh kaki Aisyah karena kondisi yang gelap ketika shalat malam. Dan disebutkan oleh Aisyah bahwa rumah-rumah saat itu tidak ada cahaya.
Makna dari persaksian bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah
  • Menaati perkara-perkara yang beliau perintahkan
  • Membenarkan hal-hal yang beliau kabarkan
  • Menjauhi apa-apa yang beliau larang
  • Beribadah kepada Allah hanya dengan apa yang beliau ajarkan
Nabi Isa adalah Hamba dan Utusan Allah

Dan bahwa Isa adalah hamba dan utusan-Nya
Umat Islam meyakini bahwa Nabi Isa sebagai hamba dan utusan Allah.
Allah tidak pernah mengambil seorang anak, dan Allah tidak pernah mengambil sekutu, jika hal yang demikian terjadi, maka setiap tuhan akan mengambil apa yang dia ciptakan, kemudian akan saling kuasa-menguasai antara yang satu dengan yang lainnya.
Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia. (Ali Imran : 59)
Dijelaskan oleh Imam Ahmad bahwa maknanya Nabi Isa diciptakan Allah dengan firman-Nya “Kun”, akan tetapi dzat Nabi Isa sendiri bukanlah perkataan “Kun” tersebut, sehingga Nabi Isa bukanlah bagian dari Allah, akan tetapi Nabi Isa adalah makhluq ciptaan Allah yang diciptakan dengan berfirman “Kun”

Makna Ruh dari Allah

Ruh dari Allah bermakna ruh-ruh yang diciptakan oleh Allah, sehingga ruhnya Nabi Isa berasal dari ruh-ruh yang Allah ciptakan sama dengan makhluq yang lainnya.

Adanya Surga dan Neraka yang Telah Tercipta

Meyakini adanya syurga yang disiapkan bagi orang yang beriman yang telah dipersiapkan bagi orang yang beriman. Dan  meyakini adanya neraka yang sudah diciptakan untuk memberikan balasan kepada makhluq yang melanggar larangan Allah.
Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) — dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang dipersiapkan bagi orang-orang kafir. (Al-Baqarah : 24)
Kata dipersiapkan bermakna bahwa surga dan neraka telah diciptakan.

0 comments: